“GUNCANGAN PENGHAPUSAN KATA KAFIR DI SUDUT TERSELATAN NEGERI”

Oleh: Syarifudin, S.HI.,MH (Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Lobalain, Rote Ndao, NTT)

Mencermati fenomena penghapusan kata Kafir menjadi Non Muslim akhir-akhir ini membuat negeri ini terguncang, “timbul perpecahan” di kalangan mufassyirin, di kalangan ormas di seantero negeri ini.

Ketika sy di keberaadaan sudut kota terselatan negeri ini (di pulau rote, NTT), ikut terseret dlm arus pertengkaran pemikiran ini. Mengapa tidak, usia sy kini hampir memasuki 36 Tahun (dikit lg kepala 4) baru kali ini kata “kafir dan non muslim” di persoalkan. Padahal sejak sy lahir, tumbuh remaja dan dewasa tak pernah sebutan kata kafir dan non muslim di persolkan. Bahkan dlm kehidupan bermasyarakat, berteman, dll, tak pernah sy dengar dan sy temukan ada yg saling sapa KAFIR dan Non Muslim terhadap teman, saudara dan org org asing. Demi Alloh Tak pernah sy temukan. Sampai timbul pertanyaan sy, sebenarnya yg mnjd masalahnya kata kafir dan Non Muslim itu apanya?? Dan yg mau di hapuskan sebutan kata kafir tuh dmn?? Sementara sebutan Fir- kafir tak pernah sy temukan di dalam kehidupan di NTT itu. Sy sdh keliling dari ujung sampai ujung di NTT ini, tdk ada yg sy dengar sebutan atau sapaan panggilan Kafir atau Non Muslim. Ingat.. NTT ini mayoritas agama yg bukan ISLAM. Tapi tak pernah ada sebutan dan sapaan kata KAFIR DAN Non Muslim terhdp siapapun.

Begitupun ketika sy berada ditengah mayoritas islam, pun tak pernah sy temukan panggilan dgn sebutan kafir dan non muslim.

Sy coba pahami dlm sudut bahasa.,

Kata KAFIR sepadan dengan COVER; tutup, tertutup, penutup, Tidak terima kebenaran. Sementara Non Muslim artinya Tidak selamat, jika diluaskan maknanya maka dpt dimaknai: orang org celaka, org org tersesat.

Jika dikontekstualisasikan kedua kata tersebut, maka ummat islam dan ummat selain islam sngt besar potensinya dapat MENJADI KAFIR DAN NON MUSLIM. Orang Islam yg tdk menerima dan tdk menjalankan perintah Tuhannya dapat disebut KAFIR atau tdk terima dan sdh tertutup hatinya (man taroka sholaatan waahidah fa hukmuhu kaafirun: siapa yg tdk melaksanakan sholat satukalipun, maka hukumnya kaafir). Nah klo sdh tertutup hatinya, atau tdk mau terima dan tdk menjalankan perintah Tuhannya, secara otomatis dia Non Muslim atau tdk selamat.

Secara arti dlm bahasa terhdp kedua kata tersebut, ummat islam berpotensi jadi KAFIR dan ummat islam berpotensi jadi Non Muslim. Lalu mengapa kedua kata itu di persoalkan?? Lalu mengapa berkeberatan dengan kata kafir??

Dalam literasi teologi islam, “Bisa saja yang kamu suka itu, blm tentu baik bagimu. Dan bisa sj yg kamu tdk suka itu blm tentu tdk baik bagimu”.

Hari ini ada sekelompok org tidak suka dgn sebutan KAFIR, bahkan mau di hapus di ganti kata NON MUSLIM. Padahal dlm sebutan kata Kafir adalah sebutan dari Alloh sang Pemilik Kata itu teruntuk org yg menolak, tdk mau jalankan perintahNya. Sehingga kata KAFIR ini hanya ditemukan dalam Alquran Dan disaampaikan dlm ceramah ceramah agama islam. Dan wajar seorg ustadz menyampaikan ajaran agamanya, sebab ada ayat yg bnyk menyebutkan kata kafir itu, dan ummat islam bnyk belum tau ttg kata itu. Dan Alloh sangat lembut, santun dlm menyebut hambaNya yg menolak perintahNya dengan sebutan kata KAFIR: Tertutup, menolak kebenaran.

Kata KAFIR itu tdk pernah dipake untk saling menyapa dlm kehidupan bermasyarakat bahkan tak ada dlm sebutan ayat konstitusi negara kita. Dan sebutan kata kafir itu banyak disebut dalam Alquran. Yg maknanya: tertutup, menolak kebenaran. Nah, jika ada sekelompok org menolak kata kafir lalu menggantinya dgn sebutan yg lain itu, bisa saja berpotensi menolak, tertutup hatinya tdk menerima ayat Alloh dalam Alquran, maka bisa berpotensi KAFIR dan Tdk selamat atau non muslim.

Jika boleh sy menduga nih, jangan jangan mau hapus ayat ayat Alloh yg ada dlm Alquran yg menyebut kata KAFIR oleh Alloh terhdp org org yg menolak, org tertutup hatinya yah. Karena di masyarakat tak ada penyebutan kata KAFIR dlm sapaan keseharian.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *