Rasulullah s.a.w.: “Aku Takjub Pada Keberuntungan orang-orang yang Beriman.

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

TGH. Hasanain Juaini, Lc, .MH

“Jika dia mendapatkan kebaikan lalu bersyukur maka itu baik baginya. Dan apabila dia tertimpa musibah lalu bersabar, maka itu juga baik baginya. Orang beriman itu tidak pernah mengalami kerugian”

Di dalam Kitab Ihya’u ‘Uluumiddiin, Al-Imam Al-Ghazali menceritakan, bahwa suatu hari seorang sahabat memohon nasihat kepada Rasulullah s.a.w.:

Sahabat: Ya Rasulallah, berilah aku nasihatmu
Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu bersangka buruk kepada Allah atas takdir yang telah ditetapkan atasmu”

Kemudian Rasulullah mendongak ke langit sambil tersenyum.

“Gerangan apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?” Tanya sang sahabat.

Rasulullah s.a.w.: “Aku takjub pada keberuntungan orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kebaikan lalu bersyukur maka itu baik baginya. Dan apabila dia tertimpa musibah lalu bersabar, maka itu juga baik baginya. Orang beriman itu tidak pernah mengalami kerugian”
[Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim].

Terkait tragedi penembakan jamaah shalat Jum’at di Christchurch, New Zealand hari jumat 16 Maret 2019 yang lalu, semua ummat Islam berduka bahkan ada yang marah. Marah memang pantas, jangankan kita sesama muslim, yang Non Muslimpun ikut marah karena memang perbuatan itu melampaui batas pri-kemanusiaan.

Selandia Baru, negara TKP mengutuk; Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam, tapi langsung mengecam keras dan meminta agar New Zealand menindak sekeras-kerasnya para pelaku dan seluruh jaringannya.

Inggris yang 7 wali kotanya muslim memancangkan bendera setengah tiang dan masjid-masjid di Erofa dan Amerika menerima jamaah-jamaah baru yang selama ini tidak pernah naik masjid jadi berdatangan, baik untuk beribadah maupun untuk melakukan pembelaan dan penjagaan.

Ya Rasulallah, tersenyumlah kembali melihat ummatmu yang pandai bersabar atas musibah ini. Semoga kedepan kami terus menjadi semakin kuat untuk dapat membela diri dan membela saudara-saudara kami di manapun mereka berada.

Ya Allah, jadikan peristiwa ini pembangkit semangat kami untuk semakin mendekatkan diri kepada-Mu, semakin bekerja keras untuk membekali diri, sehingga dapat menunjukkan kemuliaan ajaran-MU dengan aman, damai dan tanpa rasa takut.

Kepada ummat beragama yang telah turut berbela sungkawa dan menunjukkan solidaritas, simpaty dan empathy terimalah ucapan terima kasih kami, semoga dengan demikian kita kedepan dapat bersama-sama mewujudkan kehidupan dunia yang aman damai dan harmonis.

Baca juga :
MAKNA SAMI’NA WAATO’NA DALAM BERNAHDALTUL WATHAN.

Pernyataan Sikap LPOI Terhadap Tragedi Penembakan Brutal di Masjid Al Noor Selandia Baru.  

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
*Ihya Uluumiddin, Kitab Syukur dan Shabar, halaman 136

Redaksi sinarlimaNews menerima tulisan berupa artikel dan berita dinsekitar anda. Kirimkan melalui email : sinarlimanews@gmail.com

Ayoo mondok di pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *