Dinamika kegiatan santri di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan dalam Tiga Program Unggulan Program Tahfidzul Qur’an,Bahasa dan Kitab

 

Kepala Sekolah SMA Nahdlatul Wathan Jakarta Ibu Yuli Sofiati dan Pengawas Ibu Netty Elida

Sinarlimanews.com, Jakarta – Upaya meningkatkan motivasi para santri di lingkungan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan, Senin malam (12/8/2019) mereka dikumpulkan untuk dilakukan pengarahan.

Pengarahan yang berlangsung selama dua jam diberikan langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta Ust.H. Muslihan Habib terkait peningkatan kegiatan dan komitmen para santri selama di Pondok Pesantren.

Pada kesempatan tersebut Ust. Muslihan Habib menyampaikan beberapa hal di antaranya adalah : Disiplin Waktu, Komitmen terhadap aturan yang berlaku dan keseriusan dalam mengikuti program yang telah di canangkan dan di sepakati bersama santri,wali santri dan para asatiz.

Baca Juga : KPU Lotim : Enam Partai Peroleh Kursi Sama. Untuk Tentukan Peringkat di Hitung Dari Akumulasi Suara Sah.

Ada tiga program yang menjadi unggulan dan harus bisa diselesaikan selama santri di Pondok, yaitu Program Tahfidzul Qur’an ( Tahfiz Club). Dimana program diikuti oleh santri yang sudah lancar membaca Alquran.” Husus santri baru wajib hafal juz 30 sebelum mereka di bagi dalam berbagai program yang ada” kata Ust.H.Muslihan.

Sumber yang diperoleh sinarlimanews.com menyebutkan program Tahfiz Al-Qur’an sudah berjalan kurang lebih 2 Minggu sejak mereka di pondok, ternyata sudah ada yang mampu menghafal 2 juz plus juz 30. ” Ada 7 orang yang sudah lumayan hafalannya dalam waktu 2 Minggu ini, mereka hanya menyetor hafalan pada pagi hari setelah shalat subuh” ungkap Ust. Sugiatul-fathi.

Menurutnya, para santri yang mondok di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan terus di godok dengan penguatan nilai nilai keagamaan dan keislaman mulai jam 3.30 malam hingga menjelang subuh dan di lanjutkan dengan murajaah di setiap ba’da shalat Maghrib dan shalat isya.” Tidak ada waktu untuk mereka berhura Hura atau melakukan hal hal yang sia sia kecuali malam minggu di isi dengan latihan pidato dan pencak silat” ujar Ust. Sugi

Seluruh potensi dan sumberdaya para asatiz secara maksimal di investasikan untuk kemajuan Pondok di Nahdlatul Wathan Jakarta. Komunikasi dengan dua bahasa yaitu bahasa Arab dan Inggris sedang berjalan dan terus di kawal dalam kegiatan keseharian santri. Demikian juga dengan pendalaman kitab kuning. ( Liputan santri)

Gallery : 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *